SISTEM PENDIDIKAN YANG TERBELAKANG DAN METAFORA KERETA API DI DALAM REL

SISTEM PENDIDIKAN YANG TERBELAKANG DAN METAFORA KERETA API DI DALAM REL
SISTEM PENDIDIKAN YANG TERBELAKANG DAN METAFORA KERETA API DI DALAM REL



Dewasa kini, system pendidikan yang sekarang kita anut pada dasarnya untuk mempersiapkan para siswa tidak hanya untuk dunia yang akan dihadapi para siswa, ketika mereka lulus atau meninggalkan sekolah; namun juga untuk masa depan mereka, di masa depan yang akan mereka tempuh, diantaranya keperluan untuk mendapatkan pekerjaan, didalam keperluan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, ada sesuatu yang bergerak maju, ada sesuatu yang terus berinovasi, ada sesuatu yang akan terus dipakai karena fungsi nya yang sangat mempermudah manusia, yaitu teknologi.


Teknologi merupakan sebuah hasil penciptaan manusia yang memiliki kehebatan yang tidak akan mampu di tandingi oleh manusia. Teknologi akan menjadi satu miliar kali lebih hebat daripada yang sekarang (sebuah dunia yang tidak bisa dibayangkan lagi). Setiap tahun kehidupan yang dijalani oleh para siswa, informasi akan lebih cepat dan akan lebih dibutuhkan; Peralatan akan menjadi lebih kecil, dan lebih cepat, serta lebih baik, dan lebih murah; manusia akan lebih condong tunduk pada peralatan-peralatan ini yang kita kenal dengan gadget, handphone, computer, dan sebagainya, yang akan mengubah perilaku manusia.


Realitas inilah yang kemudian harus berjuang untuk menyaingi perubahan jaman. Semakin ke depan teknologi dan informasi akan menjadi lebih diandalkan dan dipergunakan. Adanya realitas yang seperti ini, yang dapat mengubah perilaku manusia, dalam hal ini adalah para siswa, maka mau tidak mau guru sebagai tenaga pendidik haruslah mempersiapkan yang terbaik bagi para siswa-siswi mereka, untuk dapat menyongong masa depan mereka yang lebih berorientasi pada teknologi, selain peran guru dalam hal mendidik siswa-siswi agar dapat bersaing di dalam era digitalisasi atau era teknologi, guru juga berkewajiban tetap meletarikan budaya, warisan, tradisional leluhur mereka, hal tersebut memang bukan langkah mudah.


Namun apa yang dikatakan oleh para ahli pendidikan seperti (Marc Prensky, Frank S Kelly, Ted McCain, Ian Juskes, dan para ahli pendidikan lainnya) menyepakati bahwa untuk dapat terus bertahan dalam gerusan pengaruh teknologi, maka peran guru bukan lah hanya memperkenalkan teknologi semata namun juga, mengubah paradigm pembelajaran yang menggunakan metode lama, menjadi metode pembelajaran yang baru, yang menggunakan media teknologi, sehingga terjadilah kolaborasi antara para siswa (yang notabene anak muda suka dengan gadget) dan guru( dalam hal ini sebagai orang dewasa), sehingga masing-masing diantara mereka terciptalah suatu peran dan fungsi yang unik, dan saling berkolaborasi.


BERGERAK MAJU


Kita sepakat dewasa kini, system pendidikan yang diadopsi di negara kita masih ketinggalan zaman. System pendidikan yang kuno tersebut mengadopsi metode berceramah, yakni guru sebagai pelaku tunggal menerangkan materi pelajaran dengan gaya  berbicara, berceramah, dan murid hanya terpaku pada kegiatan mendengarkan, menulis, mencatat, membaca teks dan menghafal. Metode kuno ini yang biasa disebut dengan metode ceramah, juga bisa disebut sebagai metode instruksi langsung. Namun, metode seperti ini sangat lah buruk. Tidak adanya kolaborasi interaktif antara guru dengan siswa. Walaupun memang ada sesi Tanya jawab, namun tetap saja, tidak disertai dengan gaya menerangkan yang menarik, maka akan membuat para siswa akan merasa bosan, dan jenuh sehingga prosentase kegagalan dalam menerima materi akan sangat besar.


Kebanyakan guru hanya dilatih menggunakan metode berceramah, bagaimana menerangkan materi pelajaran dengan metode ceramah. Dalam pikiran mereka, bila menerangkan materi dengan gaya ceramah adalah hal bagus, dan sudah sesuai dengan pengalaman pendidikan para guru. Para guru tidak peduli dengan seberapa paham siswa menerima materi pelajaran, asalkan guru telah berceramah, dan siswa mendengarkan, guru akan cenderung tidak memperhatikan apakah para siswa telah mendengarkan ceramah tersebut dengan baik, atau hanya sekedar mendengarkan tanpa memahami materi yang diajarkan, atau malahan, para siswa merasa bosan sehingga merasa ogah-ogahan untuk belajar, hal ini lah yang paling membahayakan.


Saya sering memikirkan bahwa, apa yang terjadi dalam system pendidikan kita, dapat dipersamakan dengan system titipan kilat atau Federal Express yang ada di Indonesia. Anda dapat memiliki system pengiriman terbaik di dunia, tetapi jika ada tidak ada orang di rumah yang menerima paket terebut, hal ini tidak akan berarti sama sekali. Terlalu sering, para siswa jaman sekarang, tidak menerima materi yang telah diajarkan oleh guru. Hal ini wajar, karena guru hanya mementingkan bahwa materi telah diberikan kepada siswa dengan metode ceramah, siswa hanya mencatat dan menghapa, tanpa adanya kolaborasi antara guru dengan siswa, sehingga guru tidak menganggap siswa sama sekali. Metode instruksi langsung atau meode berceramah sudah tidak relevan lagi jika diterapkan di abad ke 21 ini.


MEMANDANG SISWA DENGAN CARA YANG BERBEDA



Beberapa guru masih saja menggunakan metode yang keliru dalam hal membanding-bandingkan murid dengan metode kereta api di dalam rel. makna dari metode kereta api dalam rel adalah, guru diibaratkan sebuah lokomotiv yang sedang menarik gerbong yang diibaratkan para siswa. Gerbong akan selalu mengikuti kearah lokomotiv meluncur, yang disesuaikan dengan arah rel. gerbong akan selalu terikat pada lokomotiv dan rel, namun hal buruknya, jika lokomotiv dan rel keluar jalur atau salah satu ada yang rusak, maka gerbong juga akan hancur. Hal ini diibaratkan sesuai dengan metafora abad 19, dimana murid harus selalu mengikuti guru, jika guru belok ke kanan, maka murid harus ikut ke kanan, guru belok ke kiri murid juga harus belok ke kiri, jadi murid harus selalu mengikuti guru. Celakanya apabila guru yang diibaratkan lokomotiv tersebut rusak, maka murid otomatis akan terhenti, dan selain itu keburukan dari metafora ini adalah, murid harus selalu mengikuti guru. Jika anda tidak mengikuti guru, maka dipastikan anda akan terlempar keluar dari jalur rel.

Artikel Selanjutnya Mengenai Pendidikan IT - FAKTOR KENAPA IMPLEMENTASI TIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA SELALU MENGALAMI KENDALA
Powered by Blogger.