PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL ABAD 21

PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL ABAD 21
PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL ABAD 21




Jika anda memiliki anak yang aktif di dunia teknologi atau rajin menggunakan media teknologi internet untuk mengerjakan tugas sekolah atau tugas praktek nya, pasti anda akan menemukan anak anda selalu rajin berada di depan computer atau menonton tv sambil mengutak-ngatik gadet nya.


Sembari menonton televisi, anak anda sibuk berkutat dengan pekerjaan nya, membuka google searching artikel atau video yang dapat membantunya menyelesaikan pekerjaan, atau ketika sedang bermain video game, anak anda biasanya bekerja sebagai anggota kelompok dan dengan tingkat kosentrasi yang tinggi bahkan berjam-jam untuk dapat menyelesaikan suatu misi dalam jangka waktu lama, atau anak anda sibuk ber-selfie dan menampilkan dirinya di myspace.com, atau mengunggah sesuatu tentang dirinya, misalkan video tentang dirinya bersama teman-teman nya, atau bahkan diary atau catatan hidupnya ke jejaring social media seperti facebook, twitter, myscpace dan lain-lain.


Hal tersebut secara tidak langsung telah membuat anak anda memainkan beberapa peran sekaligus, peran sebagai actor, sutradara, editor, dan developer perangkat lunak yang ia kerjakan bersama dengan komputernya atau gadgetnya.


Hal ini lah yang sedang terjadi sekarang ini. Anak anda membutuhkan seorang guru yang dapat mengerti akan peminatan anak anda. Ia memerlukan seorang guru untuk membimbingnya melalui era digital dan informasi seperti sekarang ini. Bukan lagi seorang guru yang mendikte nya dengan jawaban benar atau salah, mendikte nya dengan ungkapan pintar atau tidak pintar, dan bukan lagi menilai anak anda atau anak-anak lainnya dengan memberikan soal-soal ulangan yang tidak akan dapat membuat anak anda atau anak-anak lainnya akan terpacu untuk lebih kreatif, kritis, dan inovatif.


Apa yang saya utarakan  diatas, merupakan cerminan dari pembelajaran abad ke 21. Siswa bukan lagi hanya terpaku pada sebuah buku yang statis, siswa bukan lagi hanya sebuah obyek mati yang hanya diam terpaku menunggu dan mendengarkan ceramah dari sang guru. Seharusnya bagi anda yang merupakan guru atau seorang pendidik, harusnya dapat melihat bahwa inilah symbol perubahan yang sedang berlangsung, disaat facebook dan google menjadi viral teknologi, harusnya para guru juga memanfaatkan media tersebut sebagai media pembelajaran, media berbagi materi, media berbagi informasi, kepada siswa-siswi anda, harusnya dengan adanya booming teknologi dan internet dapat menawarkan sebuah model baru dalam dunia pembelajaran kita, sebuah model baru dimana kolaborasi antara komunikasi, belajar, dan bermain yang berorientasi pada teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut sebuah buku yang berjudul Teaching Tech-Savory Kids: Bringing Digital Media Into The Classroom Grades 5-12 menjelaskan tentang bagaimana mengarahkan teknologi media yang baru yang dapat mengubah dan memperluas wawasan kita dalam aktivitas komunikasi sehari-hari, lingkungan pendidikan informal dan aktivitas waktu luang kita.


PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL ABAD 21
PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL ABAD 21
Hal senada juga di utarakan oleh Burbules & Callister(2000) yang menyebutkan bahwa kita hidup di dua sisi yaitu waktu yang menyenangkan dan waktu yang menegangkan, dalam pengertian ruang dan waktu bergantian, masalah seperti portablitisan dan keterkaitan menjadi luas dan terstandar, dan perpecahan sejak lama antara ligkup pribadi dan public menjadi kabur.


Dalam upaya untuk memahami proses pembelajaran modern abad ke-21 ini, membingungkan para guru-guru dan institusi pendidikan. Bagaimana mendorong para pendidik untuk dapat memahami perubahan yang terjadi di luar lingkup sekolah atau didalam lingkup sekolah untuk dapat mengimplementasi metode pembelajaran modern tersebut, dan bagaimana perubahan-perubahan ini mempengaruhi dasar pembelajaran siswa di sekolah. Dalam perspektif dangkalnya, solusi nya menambah ruang kelas, menambah ruang kelas berkabel, atau harus menambah perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengimplementasi proses pembelajaran abad ke-21 ini ?.


Berbagai kebingungan yang dihadapi oleh para pendidik dalam memahami media pembelajaran modern yang lebih condong pada media digital telah memunculkan suatu diskusi dan pertanyaan seputar pemelajaran, literasi dan pengetahuan bukan hanya berkosentrasi pada integrase dan akses kes suatu alat teknologi baik berupa hardware maupun software. 

Beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan oleh para pendidik dalam memahami metode pembelajaran abad ke-21 ini, diantaranya adalah :

  • Seperti apakah proses pembelajaran abad 21 ini 
  • Seperti apakah literasi pada abad ke 21 
  •  Seperti apa pengetahuan di abad ke-21 ?


Pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan fondasi dalam membangun pembelajaran abad ke-21 ini. Tiga pertanyaan tersebut haruslah diberikan jawaban yang dalam perumusan pemberian jawaban tersebut haruslah melibatkan berbagai stakeholder pendidikan, mulai dari institusi pendidikan, tenaga pengajar, peserta didik dan bahkan orang tua siswa atau wali siswa harus dilibatkan dalam perumusan jawaban dari ketiga pertanyaan diatas.


Inti masalah yang sebagai salah satu factor kemunculan pertanyaan-pertanyaan diatas adalah bagaimana kolaborasi antara pembelajaran, literasi dan pengetahuan yang selama ini dalam metode pembelajaran kuno kolaborasi antara siswa dengan guru sangat minim sekali. Perubahan teknologi yang saat ini terjadi dan akan terus berlanjut sepanjang sejarah manusia membentuk praktek kegiatan dan hubungan sehari-sehari.


Sebagai tenaga pendidik wajib untuk memahami fenomena yang sedang terjadi belakangan ini dalam kaitannya dengan metode pembelajaran abad ke-21, wajib untuk membimbing siswa agar bijak dalam menggunakan internet dan teknologi yang berhubungan, agar dapat memetic hasil positif dari era digital yang sekarang telah menjadi viral dikalangan anak muda.

Artikel Terkait mengenai Pendidikan IT - Media Pembelajaran Mengggunakan WEB 2.0

Powered by Blogger.